Rabu, 30 Oktober 2013

R E Z E K I


REZEKI

Apakah rezaki itu bentuknya harta benda saja atau ada bentuk-bentuk lainnya?

Rezeki yang diberikan Allah kepada kita bukan hanya berupa harta atau benda yang dihasilkan oleh bumi saja. Rezeki dapat pula berupa harta atau benda yang dihasilkan oleh bumi saja. Rezeki dapat pula berupa kesehatan, kekuatan tubuh, keterampilan, atau gerak langkah dalam kehidupan.

Suatu ketika anda tidak punya lalu anda berkata, “Saya tidak bisa menyumbang karena saya tidak punya uang”. Menyumbang bisa dengan macam-macam, bisa tenaga, ilmu pengetahuan, keterampilan yang semuanya untuk kepentingan masyarakat.

Firman Allah, “Dan nafkahkanlah sebagian rezeki yang kami anugerahkan kepada mereka.” (Al Baqarah:  3)

Arti rezeki dari ayat di atas yaitu segala apa yang dapat diambil manfaatnya oleh masyarakat. Contohnya bisa kita lihat, betapa banyak buruh dan karyawan yang berusaha untuk mendapat gaji besar dengan kemampuan yang ada, keahlian atau tenaga, tapi hasilnya tetap saja kecil.

Adakalanya seseorang banting tulang di masa mudanya untuk mencari harta, justru baru berhasil ketika menginjak usia tua.

(Sumber:Buku anda Bertanya Islam Menjawab, Prof. Dr. M.Mutawalli Asy-Sya’rawi, GIP,Hal.26)

Selasa, 29 Oktober 2013

Arti kata "INSYAALLAH"

Orang sering mengatakan kata "InsyaAllah". Apa arti sebenarnya kata tersebut?

Segala sesuatu yang menyangkut "nanti atau besok", tergolong dalam pengertian "akan datang"

Selama menyangkut "akan datang" manusia tidak dapat memastikan kecuali bila dikehendaki Allah.

Menurut fimrna Allah "dan jangan sekali-kali kamu mengatakan tentang sesuatu, 'Sesungguhnya aku akan mengerjakan itu besok pagi, kecuali (dengan menyebut), "InsyaAllah"(Al khafli: 23-24).

Sesuatu yang menyangkut akan datang, mencakup lima unsur:

Pertama : pelaku (subjek)

Kedua : yang diperlakukan (objek)

Ketiga : waktu dan tempat kejadian

Keempat : sebab musabab

Kelima : kekuatan dan kemampuan

yang diperlukan pelaksanaannya.

Apabila seseorang berkata "Besok saya ajan pergi ke tempat si fulan untuk membicarakan masalah anu".

Orang itu tidak mempunyai jaminan kalau tetap hidup sampai besok. begitu juga yang akan ditemui. Kalau ia esoknya bisa pergi, mungkin waktunya tidak tepat, atau tempatnya berubah, atau mungkin esoknya orang itu berhalangan baik secara fisik atau mental, atau juga berubah niat untuk melaksanakannya. Jadi, manusia tidak kuasa menentukan kelima unsur itu.

Semuanya dikembalikan kepada pengaturnya, yaitu Allah Yang Maha Kuasa. Manusia harus meurut perintah-Nya, mengucapkan kata insya Allah (apabila Allah menghendaki). Apabila Dia tidak menghendaki, pasti rencan itu gagal. 

(Sumber: Buku Anda bertanya islam Menjawab, Prof.Dr.M.Mutawalli Asy-Sya'rawi,GIP,Hal.23)